0

Yang Enggan

Posted on Kamis, 22 Agustus 2013

Jiwa masih saja berputar pada piringan hitam, meratapi setiap pengakuan dosa yang belum sempat kulakukan,sementara roh terus menuju kesempurnaan,
menapak tilasi denyut nadi dan detak tak beraturan beriringi,  tangis.
Mereka berharap pilu tapi kurasa kita mengerti yang diharap dari duka tak berhenti begitu saja sajak ini.
Dedaun terjatuh hingga petang mengaduh
dalam desah yang tak begitu resah namun ada jiwa terpatri dari hati; mati.
Untuk sementara kita berpikir biru suram merbabu tak jauh dari teriak jiwa melayang disamping surya enggan tenggelam dalam kelam.
Aku, kau atau siapa saja yakin akan mati dalam tidur, 
tapi otakku menutak atik,
menerawang di sudut rindu tak terkira apa dapat kita sampaikan padamu
atau bidadari manapun. yakinku itu kau yang terus melangkah,

Jiwa yang terengah panjatkan puja pada pencipta senja. denting itu tak sesempurna yang kuharap,
tak ada harmoni,
hanya kusam melodi lurus terbawa arus terus kehulu,
teriakan itu tak pekakkan telinga penguasa,
hanya saja aku percaya pada gemeretak ketika nada-nada sumbang terlontar dari dari dawai kecapi sang pawang.

No Comments

Discussion

Leave a response